9 Awal Gejala Pneumonia pada Anak Wajib ibu ketahui

9 Awal Gejala Pneumonia pada Anak Wajib ibu ketahui

9 Awal Gejala Pneumonia pada Anak Wajib ibu ketahui – Pneumonia adalah infeksi pada paru-paru yang dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme seperti bakteri, virus, atau jamur. Pada anak-anak, penyakit ini sering kali lebih serius dibandingkan dengan orang dewasa karena sistem kekebalan tubuh mereka yang belum sepenuhnya berkembang. Mengenali gejala pneumonia pada anak sangat penting untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat waktu dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

Batuk yang Berkelanjutan

Salah satu gejala utama pneumonia pada anak adalah batuk yang berkelanjutan. Batuk ini sering kali berbeda dari batuk biasa karena dapat terdengar lebih dalam dan kering, atau sebaliknya, sangat berdahak. Dalam beberapa kasus, dahak yang dihasilkan mungkin berwarna kehijauan atau kekuningan, menunjukkan adanya infeksi bakteri.

 Demam Tinggi

Anak yang menderita pneumonia biasanya akan mengalami demam tinggi. Demam ini bisa mencapai lebih dari 38,5 derajat Celsius. Demam yang berkepanjangan dan tidak kunjung reda meskipun sudah diberi obat penurun demam dapat menjadi tanda bahwa anak mengalami infeksi yang lebih serius seperti pneumonia.

 Napas Cepat atau Sulit Bernapas

Napas cepat atau kesulitan bernapas adalah gejala serius yang harus segera diwaspadai. Anak yang mengalami pneumonia mungkin akan terlihat terengah-engah, napasnya cepat, atau bahkan terlihat sesak. Pada bayi, gejala ini bisa berupa lubang hidung yang melebar atau otot-otot di sekitar tulang rusuk yang terlihat berkontraksi keras saat bernapas.

 Sianosis

Sianosis adalah kondisi di mana kulit, bibir, atau kuku anak tampak kebiruan. Ini menunjukkan bahwa tubuh anak tidak mendapatkan cukup oksigen. Pada kasus pneumonia yang parah, sianosis dapat terlihat jelas dan memerlukan penanganan medis segera.

Baca Juga : https://puskesmaskutaselatan.com

Nyeri Dada

Anak-anak dengan pneumonia mungkin juga mengeluhkan nyeri dada, terutama saat mereka batuk atau menarik napas dalam. Nyeri ini disebabkan oleh peradangan pada jaringan paru-paru dan selaput di sekitarnya.

Penurunan Nafsu Makan dan Kelelahan

Pneumonia dapat menyebabkan anak menjadi sangat lelah dan kehilangan nafsu makan. Anak mungkin tampak lesu, tidak tertarik bermain, dan tidur lebih lama dari biasanya. Penurunan nafsu makan juga dapat memperburuk kondisi kesehatan mereka karena tubuh mereka tidak mendapatkan nutrisi yang cukup untuk melawan infeksi.

Muntah dan Diare

Beberapa anak mungkin mengalami gejala gastrointestinal seperti muntah dan diare. Ini lebih umum terjadi pada pneumonia yang disebabkan oleh virus. Muntah dan diare bisa membuat anak dehidrasi, yang memperburuk kondisi mereka.

 Perubahan Perilaku

Perubahan perilaku juga bisa menjadi indikator pneumonia pada anak. Anak yang biasanya aktif mungkin menjadi rewel, mudah marah, atau tampak kebingungan. Ini bisa disebabkan oleh ketidaknyamanan fisik dan demam yang tinggi.

Penanganan dan Pencegahan

Jika anak menunjukkan gejala-gejala di atas, segera konsultasikan dengan dokter. Penanganan pneumonia biasanya melibatkan pemberian antibiotik jika disebabkan oleh bakteri, atau obat antivirus untuk infeksi virus. Selain itu, menjaga hidrasi anak dan memastikan mereka mendapatkan istirahat yang cukup sangat penting.

Pencegahan pneumonia pada anak dapat dilakukan melalui vaksinasi, seperti vaksin pneumokokus dan Hib (Haemophilus influenzae tipe b). Vaksinasi influenza juga dianjurkan karena flu dapat menyebabkan pneumonia sekunder. Selain itu, menjaga kebersihan tangan dan lingkungan, serta menjauhkan anak dari paparan asap rokok dapat mengurangi risiko terjadinya pneumonia.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *