Menyusui Bagi Ibu Baru

| Ditulis oleh | Kategori: Berita

Menyusui menjadi aktivitas yang tidak dapat dipisahkan dari seorang wanita yang baru saja melahirkan seorang bayi. Menyusui menjadi aktifitas penting wanita untuk kesehatan masa depan bayi mereka.

Sayangnya, banyak ibu yang memutuskan untuk tidak menyusui anaknya secara eksklusif karena berbagai hal, misalnya saja karena pekerjaan dan bahkan hingga alasan yang krusial.

Setidaknya, meski tidak ekslusif, menyusui bayi menjadi pertimbangan penting karena pada Air Susu Ibu (ASI) mengandung kolostrum sebagai sumber penting antibodi untuk melindungi bayi terhadap penyakit, seperti antibodi untuk perkembangan di masa tahun pertama.

Menyusui tidak hanya bermanfaat bagi bayi Anda. Menyusui membantu mengembalikan rahim kembali ke ukuran semula dan mengurangi pendarahan pasca-melahirkan. Akhirnya, menyusui dapat mengurangi berat badan. Setidaknya, menyusui mampu membakar lemak hingga 500 kalori setiap hari.

Manfaat lainnya, ASI dapat mengurangi risiko depresi postpartum, kanker payudara dan kanker ovarium. Dilaporkan dari Healthy Woman, menyusui adalah proses belajar; tidak satupun dari kita mengetahui bagaimana awal melakukannya. Tapi, mencoba adalah pilihan yang tepat.

Cobalah untuk menyusui dalam satu jam pertama kelahiran. Hal ini membantu rahim berkontraksi dan memberikan kolostrum kepada bayi. Jangan lupa minta dekatkan bayi dengan Anda setelah melahirkan, sehingga Anda dapat menyusuinya sesuai dengan kebutuhan.

Biasanya, ASI baru dapat dikonsumsi bayi secara lancar sekitar hari ketiga atau keempat kelahiran. Cobalah untuk tidak memperkenalkan botol atau puting lainnya, termasuk dot, sampai kondisi menyusui Anda membaik. Sebelum menyusui, sebaiknya Anda minum segelas air.

Tantangan Menyusui

Bagi ibu menyusui, ada beberapa kendala yang harus dilalui. Salah satunya adalah puting mengalami luka. Biarkan puting Anda kering terlebih dahulu setelah menyusui selesai. Batasi waktu menyusui antara satu payudara dan payudara lainnya. Kemudian, posisi bayi juga harus tepat agar dia merasa nyaman dan dapat menghisap ASI dengan banyak.

Tantangan selanjutnya adalah pembengkakan karena ASI diproduksi terlalu banyak. Cara alami agar ASI tidak terbuang sia-sia, sebaiknya Anda memompa ASI. Untuk mengurangi pembengkakan, Anda dapat mengkompresnya dengan air hangat atau meletakkan daun kubis pada payudara Anda untuk membantu meringankan beberapa tekanan.

Mastitis atau infeksi payudara juga tidak dapat dihindari bagi beberapa wanita sebagai tantangan menyusui. Jika Anda merasa seperti mengalami flu, salah satu payudara berwarna merah, panas dan sakit, kemungkinan besar Anda mengalami mastitis.

Antibiotik berguna untuk membersihkan infeksi. Sementara waktu, Anda dapat memompa ASI untuk diberikan kepada bayi. Untuk mencegah mastitis, pastikan Anda mengosongkan payudara Anda secara teratur. Sebagai tambahan, mengkonsumsi suplemen atau makan makanan berbahan yoghurt mampu mencegah mastitis.

Selain mastitis, Thrush adalah infeksi jamur yang dapat terbentuk karena payudara terlalu lembab, puting sakit, menjalani diet setelah melahirkan, makanan ragi, minum antibiotik, pil KB atau steroid. Gejalanya meliputi puting sangat sakit, payudara pegal atau nyeri, bersisik atau gatal.

Jika Anda mengalami hal ini, hati-hati karena bayi dapat tertular. Ditandai dengan adanya bintik-bintik putih pada bibir bayi. Untuk mencegahnya, pastikan puting Anda kering. Gunakan bantalan puting di bra, mengenakan bra bersih setiap hari dan mengurangi jumlah asupan gula.

Memuat…
Open chat
Powered by